BOOK AN APPOINTMENT!
3 Mount Elizabeth #09-08 Mount Elizabeth Medical Centre Singapore 228510

PCOS

Ketahui Lebih Banyak

Apa itu PCOS?

DIAGNOSIS

Apa saja penyebab PCOS?

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, terutama yang melibatkan insulin dan androgen (hormon pria yang ada pada semua wanita dalam kadar rendah). Meskipun mekanisme pastinya belum dapat sepenuhnya dipahami, beberapa faktor kunci berkontribusi pada perkembangan PCOS, meliputi:

  • Resistensi insulin: salah satu kontributor paling signifikan terhadap PCOS adalah resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas yang memungkinkan sel-sel tubuh menyerap glukosa (gula) dari darah dan memakainya sebagai energi. Pada wanita dengan resistensi insulin, sel-sel tubuh tidak merespon insulin secara efektif, mendorong pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin. Kadar insulin yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan produksi androgen oleh ovarium, yang mengganggu proses ovulasi normal dan menyebabkan gejala yang terkait dengan PCOS, seperti hirsutisme, jerawat, serta periode menstruasi tidak teratur.
  • Ketidakseimbangan hormonal: PCOS terkait erat dengan ketidakseimbangan hormon reproduksi. Penderita PCOS sering memiliki kadar androgen, seperti testosteron, yang lebih tinggi dari batas normal. Meskipun androgen biasanya dianggap sebagai hormon pria, mereka juga diproduksi dalam jumlah kecil pada wanita. Pada penderita PCOS, kadar androgen yang meningkat akan mengganggu kemampuan ovarium untuk mengembangkan dan melepaskan sel telur selama siklus menstruasi, sehingga menyebabkan periode menstruasi tidak teratur, kemandulan, dan gejala lainnya.
  • Disfungsi ovarium: pada penderita PCOS, ovarium mungkin memainkan peran langsung dalam kondisi tersebut. Ovarium mungkin menghasilkan kadar hormon secara tidak wajar, terutama androgen, yang dapat mencegah pelepasan sel telur secara teratur (ovulasi). Disfungsi ini sering menyebabkan pembentukan banyak kista kecil di dalam ovarium, yang merupakan karakteristik dari PCOS.
Ukuran ovarium wanita dengan PCOS dapat membesar dan mengandung banyak kista kecil, yang terlihat selama USG.

Apa saja gejala umum dari PCOS di Singapura?

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) biasanya bermanifestasi melalui berbagai gejala di Singapura, yang dapat berkisar dari ringan hingga berat.

  • Siklus menstruasi tidak teratur: salah satu ciri khas gejala PCOS adalah siklus menstruasi yang tidak teratur. Wanita dengan PCOS sering mengalami siklus menstruasi yang jarang-jarang, berkepanjangan, atau bahkan sepenuhnya tidak ada. Beberapa wanita mungkin mengalami periode menstruasi kurang dari sembilan kali dalam setahun, dengan siklus lebih dari 35 hari. Beberapa lainnya mungkin mengalami perdarahan berat selama periode menstruasi mereka.
  • Pertumbuhan rambut berlebih (hirsutisme): karena kadar androgen yang meningkat, wanita yang menderita PCOS dapat mengalami pertumbuhan rambut berlebih di tempat pria biasanya menumbuhkan rambut, seperti wajah, dada, perut, dan punggung. Kondisi ini, yang dikenal sebagai hirsutisme, mempengaruhi sekitar 70% wanita dengan PCOS.
  • Jerawat dan kulit berminyak: ketidakseimbangan hormonal yang terkait dengan PCOS dapat menyebabkan peningkatan produksi minyak oleh kelenjar sebasea kulit serta menghasilkan jerawat, terutama di area wajah, dada, dan punggung atas.
  • Rambut rontok (alopecia): saat pertumbuhan rambut meningkat di beberapa area, wanita dengan PCOS justru bisa mengalami penipisan rambut di kulit kepala, kondisi yang mirip dengan kebotakan pada pria.
  • Penambahan berat badan dan sulit menurunkannya: banyak wanita yang menderita PCOS berjuang dengan penambahan berat badan, terutama di sekitar perut. Penambahan berat badan ini sering dikaitkan dengan resistensi insulin, dan akan sulit dikelola hanya dengan diet dan olahraga.
  • Kulit menjadi gelap (akantosis nigrikans): beberapa wanita dengan PCOS mungkin melihat bercak-bercak kulit yang menjadi gelap dan menebal, terutama di sekitar leher, ketiak, atau pangkal paha. Kondisi yang dikenal sebagai akantosis nigrikans ini sering dikaitkan dengan resistensi insulin.
  • Masalah kesuburan: PCOS adalah salah satu penyebab utama infertilitas (kemandulan) pada wanita. Ketidakseimbangan hormonal dapat mencegah siklus ovulasi teratur, yang membuatnya sulit untuk hamil. Namun, dengan perawatan yang tepat, banyak wanita dengan PCOS tetap bisa hamil.
  • Perubahan suasana hati: wanita dengan PCOS lebih mungkin mengalami perubahan suasana hati, kecemasan, dan depresi.
  • Sleep Apnea: sleep apnea, suatu kondisi yang ditandai dengan terganggunya pernapasan saat tidur, lebih sering terjadi pada wanita dengan PCOS, terutama jika mereka memiliki kelebihan berat badan.

Gejala-gejala ini dapat secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup wanita yang menderita PCOS. Namun, diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mengelola gejala secara efektif dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

PCOS adalah salah satu alasan paling umum mengapa wanita sulit hamil.

Siapa yang berisiko menderita PCOS di Singapura?

Bagaimana diagnosis terhadap PCOS dilakukan di Singapura?

Apa saja pilihan pengobatan untuk PCOS di Singapura?

FAQs

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Ya, PCOS adalah salah satu penyebab utama infertilitas karena ovulasi yang tidak teratur atau anovulasi (tidak adanya ovulasi). Namun, banyak wanita dengan PCOS tetap bisa hamil dengan bantuan perawatan kesuburan dan perubahan gaya hidup.
Wanita dengan PCOS berisiko lebih tinggi terkena beberapa kondisi kesehatan jangka panjang, termasuk diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, dan kanker endometrium. Pemantauan rutin serta intervensi dini dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
Mengelola berat badan bisa menjadi tantangan bagi penderita PCOS karena adanya resistensi insulin. Kombinasi diet rendah karbohidrat, tinggi protein, olahraga teratur, dan obat-obatan, dapat membantu mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
Diet rendah karbohidrat olahan, makanan tinggi serat, protein tanpa lemak, dan lemak sehat, dapat membantu mengelola kadar insulin serta mengurangi gejala. Pola makan tersebut bermanfaat untuk memasukkan makanan dengan sifat anti-inflamasi dan menghindari gula olahan.
HUBUNGI KAMI

Jadwalkan konsultasi Anda

Buat Janji Temu
Logo
© 2024 Dr Mali Clinic. All Rights Reserved.
goodmoments/
Desa Kanekes
atekindo
mesin kopi
gacor4d
slot4d
gacor4d
Pencethoki
slot4d
Pafi Kanekes
crossmenu