
Pap smear, atau disebut juga Pap test, adalah prosedur skrining yang dipakai untuk mendeteksi sel prakanker atau kanker pada serviks. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel kecil sel dari serviks, yang kemudian diperiksa menggunakan mikroskop untuk melihat adanya kelainan.
Di sisi lain, tes HPV mendeteksi keberadaan virus jenis HPV berisiko tinggi yang paling sering dikaitkan dengan kanker serviks. Tes ini dapat dilakukan menggunakan sampel yang sama yang diambil saat pap smear atau sebagai tes terpisah.
Saat dilakukan bersama, keduanya menghasilkan strategi skrining yang ampuh, yang secara signifikan dapat mengurangi risiko pengembangan kanker serviks bila dilakukan secara teratur.
Kanker serviks masih menjadi salah satu dari 10 kanker teratas yang menyerang wanita di Singapura. Menurut Singapore Cancer Registry, tercatat sekitar 200 wanita didiagnosis menderita kanker serviks setiap tahunnya. Meskipun angka ini telah menurun karena kesadaran dan skrining yang lebih baik, kanker ini tetap menyita perhatian, terutama di kalangan wanita yang tidak menjalani pemeriksaan rutin.
Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi persisten terhadap jenis HPV berisiko tinggi, yang tidak terdeteksi selama bertahun-tahun dan tanpa gejala. Hal ini menyoroti pentingnya skrining dini melalui Pap smear dan tes HPV, terutama karena kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dengan intervensi tepat waktu.
Memahami cara kerja Pap smear dan tes HPV dapat membantu mengurangi kecemasan dan mendorong Anda untuk melakukan skrining secara rutin. Tes-tes ini berlangsung cepat, mudah, dan biasanya dilakukan dalam satu kali kunjungan. Keduanya melibatkan pengambilan sampel sel dari serviks untuk diperiksa guna mencari tanda-tanda awal kelainan atau keberadaan jenis HPV berisiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker.
Meskipun menggunakan proses pengambilan sampel yang serupa, kedua tes ini memiliki tujuan yang berbeda:
Secara umum, prosedurnya meliputi:
|
Tahapan |
Deskripsi |
|
Persiapan |
Anda akan diminta untuk berbaring di meja pemeriksaan dengan lutut ditekuk dan kaki diletakkan di penyangga kaki (sanggurdi). Kain penutup akan disediakan untuk menjaga privasi Anda. Penting untuk merelaksasi otot Anda guna meminimalisir ketidaknyamanan. |
|
Insersi Spekulum |
Sebuah alat kecil yang dilumasi, yang disebut spekulum, akan dimasukkan dengan lembut ke dalam vagina Anda. Ini membantu membuka dinding vagina dan memberikan visualisasi serviks (pintu rahim) yang lebih jelas. |
|
Pengambilan Sampel |
Dengan menggunakan sikat lembut, kapas, atau spatula, dokter akan mengumpulkan sampel sel dari permukaan serviks Anda. Proses ini hanya memakan waktu beberapa detik dan mungkin terasa seperti gesekan atau tekanan singkat, dan seharusnya tidak terasa sakit. |
|
Uji Laboratorium |
Sampel yang terkumpul ditaruh di dalam larutan khusus dan dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di laboratorium, akan dilakukan dua analisis terpisah:
|
Beberapa manfaatnya meliputi:

Skrining serviks disarankan untuk sebagian besar wanita berusia antara 25 - 69 tahun, terutama jika Anda pernah aktif berhubungan seksual. Ini termasuk wanita yang mungkin tidak lagi aktif secara seksual, tetapi pernah melakukan hubungan intim di masa lalu.
Anda harus mempertimbangkan untuk melakukan tes ini jika salah satu dari hal berikut berlaku:
Salah satu tantangan kanker serviks adalah ia sering berkembang tanpa gejala pada stadium awal. Anda mungkin merasa benar-benar sehat, sehingga membuat pemeriksaan rutin menjadi semakin penting. Ingatlah bahwa deteksi dini memungkinkan pengobatan tepat waktu dan dapat mencegah perkembangan kanker menjadi semakin invasif.
Dengan tetap mengikuti jadwal Pap smear dan tes HPV, Anda mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan organ reproduksi.
Setelah Pap smear dan tes HPV Anda, biasanya dibutuhkan 1 - 2 minggu agar hasilnya bisa diproses dan diteliti. Kedua tes ini dirancang untuk mendeteksi perubahan awal pada sel serviks dan mengidentifikasi infeksi HPV berisiko tinggi, yang mana keduanya dapat meningkatkan risiko kanker serviks jika tidak diobati.
Memahami hasil tes mungkin terasa membingungkan, tetapi yakinlah bahwa ginekolog kami akan memandunya melalui arti dan langkah yang harus diambil selanjutnya, jika diperlukan.
Berikut adalah penjelasan sederhana tentang kemungkinan hasil tesnya:
|
Jenis Tes |
Hasil |
Arti |
Langkah Lanjutan |
|
Pap Smear |
Normal |
Tidak ditemukan sel abnormal. |
Lanjut ke skrining rutin sesuai rekomendasi. |
|
ASCUS (Atypical Squamous Cells of Undetermined Significance) |
Perubahan sel ringan, seringkali terkait dengan HPV atau peradangan. |
Mungkin membutuhkan tes HPV atau pap smear lanjutan dalam 6 - 12 bulan ke depan. |
|
|
LSIL (Low-grade Squamous Intraepithelial Lesion) |
Perubahan sel prakanker ringan yang kemungkinan besar disebabkan oleh HPV. |
Pemantauan atau evaluasi lebih lanjut (kolposkopi) mungkin akan direkomendasikan. |
|
|
HSIL (High-grade Squamous Intraepithelial Lesion) |
Perubahan sel prakanker yang lebih signifikan. |
Tes lanjutan dan mungkin pengobatan untuk mengangkat sel abnormal. |
|
|
Sel Kanker |
Jarang terjadi, tetapi dapat mengindikasikan keberadaan kanker serviks. |
Rujukan ke dokter spesialis untuk diagnosis dan pengobatan. |
|
|
Tes HPV |
Negatif |
Tidak terdeteksi adanya jenis HPV berisiko tinggi. |
Risiko rendah, sehingga disarankan untuk melanjutkan skrining rutin. |
|
Positif |
Sebanyak satu atau lebih HPV berisiko tinggi terdeteksi. |
Hal ini bukan berarti Anda menderita kanker, tetapi mungkin Anda memerlukan tes lanjutan, seperti kolposkopi atau skrining ulang. |
| TEST TYPE | RESULT | WHAT IT MEANS | NEXT STEPS |
|---|---|---|---|
| Pap Smear | Normal | No abnormal cells found. | Continue routine screening as recommended. |
| Pap Smear | ASCUS (Atypical Squamous Cells of Undetermined Significance) | Mild cell changes, often linked to HPV or inflammation. | May require HPV testing or follow-up Pap smear in 6 to 12 months. |
| Pap Smear | LSIL (Low-grade Squamous Intraepithelial Lesion) | Mild pre-cancerous changes likely due to HPV. | Monitoring or further evaluation (colposcopy) may be advised. |
| Pap Smear | HSIL (High-grade Squamous Intraepithelial Lesion) | More significant pre-cancerous changes. | Further testing, and possibly treatment to remove abnormal cells. |
| Pap Smear | Cancerous Cells | Rare, but may indicate the presence of cervical cancer. | Urgent referral to a specialist for diagnosis, and treatment. |
| HPV Test | Negative | No high-risk HPV strains detected. | Low risk, as such continue routine screening. |
| HPV Test | Positive | One or more high-risk HPV strains detected. | Does not mean you have cancer, but further tests such as colposcopy or repeat screening may be needed. |
Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah, tetapi hanya jika berhasil terdeteksi sejak dini. Skrining serviks rutin berperan penting dalam mengidentifikasi perubahan sel abnormal atau infeksi HPV berisiko tinggi sebelum berkembang menjadi kanker. Oleh karena itu, Health Promotion Board (HPB) dan Singapore Cancer Society merekomendasikan pedoman berikut untuk skrining serviks:
|
Kelompok Usia |
Rekomendasi Tes |
Frekuensi Skrining |
Kelayakan Skrining Serviks |
|
25 - 29 tahun |
Pap smear saja. |
Setiap 3 tahun sekali. |
Wanita yang pernah melakukan hubungan seksual. |
|
30 - 69 tahun |
Tes HPV (dengan atau tanpa pap smear). |
Setiap 5 tahun sekali. |
Diberikan jika hasil tes sebelumnya normal. |
| AGE GROUP | RECOMMENDED TEST | SCREENING FREQUENCY | ELIGIBILITY |
|---|---|---|---|
| 25 to 29 years | Pap smear only. | Every 3 years. | Women who have ever had sexual intercourse. |
| 30 to 69 years | HPV test (with or without Pap smear). | Every 5 years. | Provided previous test results were normal. |
Akan tetapi, ginekolog kami mungkin akan merekomendasikan skrining lebih awal atau lebih sering dalam situasi berikut, bahkan jika sebelumnya Anda telah mendapatkan vaksinasi HPV:

Banyak wanita dengan perubahan pada sel serviks stadium awal merasa sehat sepenuhnya karena kanker serviks sering berkembang tanpa menunjukkan gejala. Itulah mengapa pap smear dan tes HPV rutin bukan hanya direkomendasikan, tetapi juga sangat penting. Skrining yang sederhana dan cepat ini dapat membuat perbedaan besar dalam proses deteksi masalah sejak dini, waktu ketika kanker paling mudah diobati.
Di Dr Ma Li Clinic, kami memahami bahwa mengambil langkah pertama untuk menjalani skrining bisa terasa menakutkan. Namun, jangan merasa sendiri. Anda berhak mendapatkan perawatan yang memberdayakan Anda. Skrining lebih dari sekadar tes, ini adalah tindakan perawatan diri; cara untuk melindungi masa depan Anda dan langkah kuat untuk memperoleh kembali kesehatan serviks Anda.
Baik ini merupakan kali pertama Anda menjalani skrining, atau sudah waktunya untuk pemeriksaan lanjutan, kami siap mendukung di setiap langkahnya. Hubungi kami sekarang untuk membuat janji temu dan dapatkan kembali kendali penuh atas kesehatan serviks Anda.
Prosedur ini biasanya tidak menyakitkan, meskipun beberapa wanita mungkin merasakan sedikit ketidaknyamanan atau tekanan. Prosedur ini berlangsung singkat dan dapat ditoleransi dengan baik.

Monday - Friday
08:30am - 01:00pm, 02:00pm - 05:30pm
Saturday
09:00am - 01:00pm
Sunday & Public Holidays | Closed
3 Mount Elizabeth #09-08
Mount Elizabeth Medical Centre
Singapore 228510