BOOK AN APPOINTMENT!
3 Mount Elizabeth #09-08 Mount Elizabeth Medical Centre Singapore 228510

Ablasi Microwave

Ketahui Lebih Banyak
Tentang Ablasi Microwave

Apa itu Ablasi Microwave?

adenomiosis
Adenomiosis adalah kondisi ketika jaringan yang melapisi rahim tumbuh menembus ke dalam otot rahim, menyebabkan perdarahan menstruasi berat, nyeri panggul, dan pembesaran rahim.

Bagaimana Cara Kerja Ablasi Microwave?

Ablasi microwave (MWA) menggunakan gelombang elektromagnetik untuk menghasilkan panas pada jaringan yang ditargetkan. Ketika gelombang ini memicu kemunculan molekul polar (molekul yang memiliki pemisahan muatan listrik) di dalam jaringan bergetar, akan terjadi gesekan yang menghasilkan panas, sehingga menyebabkan kerusakan termal pada sel-sel abnormal. Dalam kasus adenomiosis, gelombang panas ini dapat memicu nekrosis koagulatif, yang secara efektif menghancurkan jaringan endometrium yang tertanam di dalam otot rahim.

Proses pemanasan ini memicu beberapa perubahan terhadap sel, termasuk dehidrasi, denaturasi protein, serta gangguan sintesis DNA dan protein, yang dapat menghentikan pertumbuhan dan fungsi jaringan abnormal. Proses ini juga merusak suplai darah pada lesi, yang berkontribusi lebih lanjut pada kematian sel. Seiring waktu, jaringan yang telah diobati akan hancur secara alami dan diserap oleh tubuh tanpa perlu diangkat melalui operasi.

Untuk penggunaan di bidang ginekologi, ablasi microwave dapat dilakukan dengan membuat akses di perut, vagina, atau secara laparoskopi, tergantung pada lokasi dan ukuran lesi. Di bawah panduan citra USG yang berkelanjutan, antena halus dari MWA, biasanya berdiameter sekitar 1,6 mm, dimasukkan secara tepat ke area yang ditargetkan. Energi microwave yang dihasilkan disalurkan secara merata, memastikan perawatan yang menyeluruh sambil melindungi jaringan sehat di sekitarnya.

ablasi microwave untuk mengobati adenomiosis
Untuk mengobati adenomiosis, ablasi microwave akan melibatkan panduan alat tes pencitraan untuk memasukkan antena tipis ke dalam jaringan rahim yang terdampak, di mana energi microwave terkontrol akan diberikan untuk memanaskan dan menghancurkan sel-sel abnormal, sambil mempertahankan struktur yang sehat.

Metode ini mengobati adenomiosis dan lesi jinak lainnya pada rahim tanpa perlu memotong atau mengangkat rahim. Prosedur ini tidak meninggalkan luka yang terbuka, jahitan, atau bekas luka, serta mengoptimalkan pemeliharaan struktur dan fungsi rahim.

Apa saja Manfaat dari Ablasi Microwave?

Ablasi microwave menawarkan pendekatan pengobatan ditargetkan yang mempertahankan rahim, yang secara signifikan dapat meningkatkan kualitas hidup bagi wanita dengan adenomiosis.

  • Minimal invasif - dilakukan melalui tusukan kecil pada kulit atau akses minimal invasif, yang membantu meminimalisir trauma operasi dan mempersingkat waktu pemulihan.
  • Mempertahankan rahim - dengan mengobati jaringan adenomiosis tanpa mengangkat rahim akan menjadi keuntungan bagi wanita yang ingin mempertahankan anatomi organ reproduksi mereka.
  • Meredakan gejala secara yang ditarget - fokus pada area yang terkena penyakit, membantu mengurangi perdarahan menstruasi berat, nyeri panggul, dan tekanan pada organ reproduksi.
  • Pemulihan yang cepat - sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari, dibandingkan dengan operasi besar yang membutuhkan waktu pemulihan selama berminggu-minggu.
  • Risiko komplikasi yang lebih rendah - sifat pengobatan yang menargetkan pada area terdampak dapat mengurangi beberapa risiko, seperti pendarahan berlebihan, infeksi, atau kerusakan pada jaringan di sekitarnya.
  • Prosedur yang dapat diulang - jika diperlukan, prosedur ablasi bisa diulang, sehingga menawarkan fleksibilitas dalam manajemen gejala jangka panjang.

Apa saja Potensi Risiko dan Efek Samping dari Ablasi Microwave?

Meskipun ablasi microwave umumnya aman dan dapat ditoleransi dengan baik, tidak ada prosedur medis yang sepenuhnya tanpa risiko. Memahami potensi efek samping dari ablasi ini dapat membantu pasien membuat keputusan yang tepat.

  • Ketidaknyamanan ringan - beberapa wanita mengalami kram, ketidaknyamanan pada panggul, atau nyeri ringan selama beberapa hari setelah prosedur.
  • Flek atau keputihan - pendarahan ringan pada vagina atau keputihan (vagina berair) dapat terjadi selama fase penyembuhan.
  • Infeksi - meskipun jarang terjadi, bakteri dapat masuk ke area yang diobati, sehingga menyebabkan infeksi panggul yang mungkin memerlukan antibiotik.
  • Cedera termal (panas) - meskipun jarang, ada risiko kecil bahwa gelombang panas dapat memengaruhi jaringan sehat di sekitarnya jika fokusnya tidak tepat.
  • Gejala yang tidak sepenuhnya hilang - dalam beberapa kasus, gejala mungkin tetap ada atau kambuh lagi, sehingga memerlukan perawatan lebih lanjut.
  • Reaksi alergi - sensitivitas yang jarang terjadi terhadap anestesi lokal atau obat-obatan yang digunakan selama prosedur.

Siapa saja Kandidat yang Cocok untuk Menjalani Ablasi Microwave?

Apa yang Terjadi Selama Prosedur Ablasi Microwave untuk Mengobati Adenomiosis?

Hasil Apa yang Bisa Diharapkan dari Ablasi Microwave?

Kesimpulan

FAQ

Pertanyaan Umum Seputar Ablasi Microwave

Ablasi microwave biasanya memakan waktu antara 30-60 menit, tergantung pada ukuran dan jumlah lesi yang diobati.
Sebagian besar wanita bisa langsung pulang pada hari yang sama, karena ablasi microwave biasanya dilakukan sebagai prosedur sehari.
Banyak wanita merasakan gejala yang membaik dalam beberapa siklus menstruasi pertama, dengan perbaikan lebih lanjut dalam beberapa bulan berikutnya seiring dengan menyusutnya jaringan yang telah diobati.
Tidak. Ablasi microwave akan mempertahankan rahim sambil menargetkan dan menghancurkan jaringan abnormal yang menyebabkan gejala adenomiosis.
Kram ringan, flek, atau keputihan berair, dapat terjadi selama beberapa hari setelah ablasi microwave. Namun, komplikasi serius sangat jarang terjadi.
Pengaruh ablasi microwave terhadap kesuburan masih dalam tahap penelitian, sehingga prosedur ini umumnya direkomendasikan untuk wanita yang tidak berencana untuk segera hamil.
Kekambuhan mungkin terjadi, tetapi ablasi microwave dapat diulang jika gejala muncul kembali.
Wanita dengan infeksi panggul aktif, dugaan kanker, atau kondisi medis tertentu, mungkin tidak cocok untuk menerima ablasi microwave.
HUBUNGI KAMI

Jadwalkan Konsultasi Anda

Buat Janji Temu
Logo
© 2024 Dr Mali Clinic. All Rights Reserved.
goodmoments/
Desa Kanekes
atekindo
mesin kopi
gacor4d
slot4d
gacor4d
Pencethoki
slot4d
Pafi Kanekes
crossmenu